Selasa, 22 November 2016

Dewasa Punya Cerita l Part 4


 Setidaknya Kakaknya Juga Boleh

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Permainan cintaku dengan Devi sore itu, membuat kami sering memanfaatkan kesempatan yang ada. Kadang kami bercinta di Kamar Devi dan kadang di kamarku. Devi yang masih berumur 22 tahun itu bercerita tentang hilangnya kegadisannya semasa masih SMA. Menurut ceritanya dia dijebak pacarnya untuk minum-minum ketika perayaan ultahnya yang ke 17. Ketika dia mulai mabuk dia dibawa pacarnya dan di perkosa di hotel. Tragisnya dia diperkosa secara bergantian oleh 2 orang teman pacarnya saat itu. Paginya setelah sadar dia tidak di antar pulang kaBena pacar maupun kedua temannya menghilang entah kemana. Setelah lulus SMA akhirnya dia memutuskan untuk kuliah di Bali jurusan pariwisata. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Sejak kuliah di Bali pun dia sudah beberapa kali melakukan sex dengan beberapa teman kuliah-nya. Hubungan kami pun cuma sebagai teman, tidak lebih, hubungan kami berdasarkan suka sama suka. Mungkin kaBena umurku yang lebih muda. Hanya saja aku dapat prDevilege untuk tubuhnya kapan saja aku mau. Hubunganku dengan Devi pun tidak diketahui oleh Cindy kakaknya yang sudah bekerja di salah satu hotel di kawasan Jimbaran. Cindy, tidak kalah cantiknya dengan Devi. Keduanya memiliki kulit yang putih bersih. Cindy lebih dewasa dalam pembawaan dan enak juga diajak ngobrol. KaBena Cindy juga cantik aku sering bercanda dengan Devi mengatakan ingin tahu rasanya bila berhubungan dengan Cindy. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Devi kadang tertawa dan kadang marah kalo aku berkata begitu. Walau marah, Devi akan hilang kemarahannya kalau kucumbu lagi. Seperti halnya sore itu, Ketika aku baru pulang kuliah, kulihat kamar Devi terbuka tetapi tidak ada orang didalamnya. KaBena situasi kost yang sepi akupun masuk ke kamarnya dan mendengar ada yang sedang mandi dan akupun menutup pintu kamar Devi. Sudah seminggu lebih aku menginap di Denpasar kaBena ujian telah berakhir. Setelah pintu kututup, kupanggil Devi yang ada dikamar mandi. “Vi, lagi mandi yah? tanyaku basa-basi. Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Akupun melanjutkan. “Kamu marah yah Vi?, Maaf yah aku gak kasih tahu kamu kalo aku mau nginep di Denpasar. Hari ini aku mau buat kamu puas Vi. Aku akan cium kamu, bikin kamu puas hari ini. Aku aka. “Mandi kucing kan kamu Vi mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.” Rayuku. Masih tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. “Vi, ingat film yang dulu kita tonton kan. Aku akan bikin kamu puas beberapa kali hari ini sebelum kau rasakan penisku ini Vi. Aku akan cium vaginamu sampai kau menggelinjang puas dan memohon agar aku memasukkan penisku”. Terdengar suara batuk kecil dari dalam kamar mandi. “Vi, kututup pintu dan gordennya yah Vi”. Akupun berbalik dan menutup gorden jendela yang memang masih terbuka. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Ketika gorden kututup, kudengar pintu kamar mandi terbuka. Akupun tersenyum dan bersorak dalam hati. Setelah aku menutup gorden akupun berbalik. Dan ternyata, yang ada dalam kamar mandi itu adalah Cindy, kakak Devi, yang baru saja selesai mandi keluar dengan menggunakan bathrope berwarna pink dan duduk diatas tempat tidur dengan kaki bersilang dan terlihat dari belahan bathropenya. Kaki yang putih terawat, betisnya yang indah terlihat terus hingga ke pahanya yang putih, kencang dan seksi sangat menantang sekali untuk dielus. Belum lagi silangan bathrope di dadanya agak kebawah sehingga terlihat dada putih dan belahan payudaranya. Kukira ukuran Branya sedikit lebih besar dari Devi, kaBena aku belum pernah menyentuhnya. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 “Devi sedang ke Jogja, dia sedang Praktek kerja selama 2 bulan” Kata Cindy sambil memainkan tali bathrope-nya. “Jadi selama ini kamu suka make love ya sama Devi, padahal aku percaya kamu tidak akan begitu sama adikku” “Maaf Mbak, aku gak tahu kalo yang didalam itu Mbak Cindy” Kataku sambil mataku memandang wajah Cindy. Rambutnya yang hitam sepundak tergerai basah. Dada yang putih dengan belahan yang terlihat cukup dalam. Paha yang putih mulus dan kencang hingga betis yang terawat rapih. Kalau menurutku Cindy boleh mendapat angka 8 hingga 8,5. “Lalu kalo bukan Mbak kenapa?, Kamu enggak mau mencium Mbak, buat Mbak puas, memandi kucingkan Mbak seperti yang kamu bilang tadi?” Tanya Cindy memancingku. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 “Aku sih mau aja Mbak kalo Mbak kasih” Jawabku langsung tanpa pikir lagi sambil melangkah ke tempat tidur. Sebab sebagai laki-laki normal aku sudah tidak kuat menahan nafsuku melihat sesosok wanita cantik yang hampir pasti telanjang kaBena baru selesai mandi. Belum lagi pemandangan dada dan putih mulus yang sangat menggoda. “Kamu sudah lama make love dengan Devi, Ben?” Tanya Cindy ketika aku duduk di sebelah kirinya. Aku tidak langsung menjawab, setelah duduk di sebelahnya aku mencium wangi harum tubuhnya. “Mbak wangi sekali”, kataku sambil mencium lehernya yang putih dan jenjang. Cindy menggeliat dan mendesah ketika lehernya kucium, mulutku pun naik dan mencium bibirnya yang mungil dan merah merekah. Cindy pun membalas ciumanku dengan hangatnya. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Perlahan kumasukkan lidahku ke dalam rongga mulutnya dan lidah kami pun saling bersentuhan, hal itu membuat Cindy semakin hangat. Perlajan tangan kiriku menyelusup ke dalam bath robenya dan meraba payudaranya yang kenyal. Sambil terus berciuman kuusap dan kupijat lembut kedua payudaranya bergantian. Payudaranya pun makin mengeras dan putingnyapun mulai naik. Sesekali kumainkan putingnya dengan tanganku sambil terus melumat bibirnya. Aku pun mengubah posisiku, kurebahkan tubuh Cindy di tempat tidur sambil terus melumat bibirnya dan meraba payudaranya. Setelah tubuh Cindy rebah, perlahan mulutku pun turun ke lehernya dan tanganku pun menarik tali pengikat bathrope-nya. Setelah talinya terlepas kubuka bathropenya. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Aku berhenti mencium lehernya sebentar untuk melihat tubuh wanita yang akan kutiduri sebentar lagi, kaBena aku belum pernah melihat tubuh Cindy tanpa seutas benang sedikitpun. Sungguh pemandangan yang indah dan tanpa cela sedikit pun. Payudaranya yang putih dan tegak menantang berukuran 34 B dengan puting yang sudah naik sangat menggairahkan. Pinggang yang langsing kaBena perutnya yang kecil. Bulu halus yang tumbuh di sekitar selangkangannya tampak rapi, mungkin Cindy baru saja mencukur rambut kemaluannya. Sungguh pemandangan yang sangat indah. “Hh” Desah Cindy membuyarkan lamunanku, Aku pun langsung melanjutkan kegiatanku yang tadi terhenti kaBena mengagumi keindahan tubuhnya. Kembali kulumat bibir Cindy sambil tanganku mengelus payudaranya dan perlahan-lahan turun ke perutnya. Ciumanku pun turun ke lehernya. Desahan Cindy pun makin terdengar. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Perlahan mulutku pun turun ke payudaranya dan menciumi payudaranya dengan leluasanya. Payudaranya yang kenyal pun mengeras ketika aku mencium sekeliling payudaranya. Tanganku yang sedang mengelus perutnya pun turun ke pahanya. Sengaja aku membelai sekeliling vaginanya dahulu untuk memancing reaksi Cindy. Ketika tanganku mengelus paha bagian dalamnya, kaki Cindy pun merapat. Terus kuelus paha Cindy hingga akhirnya perlahan tanganku pun ditarik oleh Cindy dan diarahkan ke vaginanya. “Elus dong Ben, Biar Mbak ngerasa enak Ben” Ucapnya sambil mendesah. Bibir vagina Cindy sudah basah ketika kesentuh. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Kugesekan jariku sepanjang bibir kemaluan Cindy, dan Cindy pun mendesah. Tangannya meremas kepalaku yang masih berada di payudaranya. “Ahh, terus Ben”, Pinggulnya makin bergyang hebat sejalan dengan rabaan tanganku yang makin cepat. Jari-jariku kumasukkan kedalam lubang vaginanya yang semakn basah. “Ohh Ben enak sekali Ben”, desah Cindy makin hebat dan goyangan pinggulnya makin cepat. Jariku pun semakin leluasa bermain dalam lorong sempit vagina Cindy. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Kucoba masukan kedua jariku dan desahan serta goyangan Cindy makin hebat membuatku semakin terangsang. “Ahh Ben”, Cindy pun merapatkan kedua kakinya sehingga tanganku terjepit di dalam lipatan pahanya dan jariku masih terus mengobok-obok vaginanya Cindy yang sempit dan basah. Remasan tangan Cindy di kepalaku semakin kencang, Cindy seperti sedang menikmati puncak kenikmatannya. Setelah berlangsung cukup lama Cindy pun melenguh panjang jepitan tangan dan kakinya pun mengendur. Kesempatan ini langsung kupergunakan secepat mungkin untuk melepas kaos dan celana jeansku. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Penisku sudah tegang sekali dan terasa tidak nyaman kaBena masih tertekan oleh celana jeansku. Setelah aku tinggal mengunakan CD saja kuubah posisi tidur Cindy. Semula seluruh badan Cindy ada di atas tempat tidur, Sekarang kubuat hanya pinggul ke atas saja yang ada di atas tempat tidur, sedangkan kakinya menjuntai ke bawah. Dengan posisi ini aku bisa melihat vagina Cindy yang merah dan indah. Kuusap sesekali vaginannya, masih terasa basah. Akupun mulai menciumi vaginanya. Terasa lengket tapi harum sekali. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Kukira Cindy selalu menjaga bagian kewanitaannya ini dengan teratur sekali. “Ahh Ben, enak Ben”, racau Cindy. Pinggulnya bergoyang seiring jilatan lidahku di sepanjang vaginanya. Vagina merahnya semakin basah oleh lendir vaginanya yang harum dan jilatanku. Desahan Cindy pun makin hebat ketika kumasukkan lidahku kedalam bibit lubang vaginanya. Devi pun menggelinjang hebat. “Terus Ben”, desahnya. Tanganku yang sedang meremas pantatnya yang padat ditariknya ke payudara. Tnagnku pun bergerak meremas-remas payudaranya yang kenyal. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Sementara lidahku terus menerus menjilati vaginanya. Kakinya menjepit kepalaku dan pinggulnya oun bergerak tidak beraturan. Sepuluh menit hal ini berlangsung dan Cindy pun menalami orgasme yang kedua. “Ahh Ben, aku keluar Ben”, aku pun merasakan cairan hangat yang keluar dari vaginanya. Cairan itu pun kujilat dan kuhabiskan dan kusimpan dalam mulutku dan secepatnya kucium bibir Cindy yang sedang terbuka agar dia merasakan cairannya sendiri. Lama kami berciuman, dan perlahan posisi penisku sudah berada tepat didepan vaginanya. Sambil terus menciumnya kugesekkan ujung penisku yang mencuat keluar CD ku ke bibir vaginanya. Tangan Cindy yang semula berada disamping bergerak ke arah penisku dan menariknya. Tangannya mengocok penisku perlahan-lahan. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 “Besar juga punya kamu Ben, panjang lagi” Ucap Cindy di sela-sela ciuman kami. Sambil masih berciuman aku melepaskan CDku sehingga tangan Cindy bisa leluasa mengocok penisku. Setelah lima menit akupun menepis tangan Cindy dan menggesekkan penisku dengan bibir vaginanya. Posisi ini lebih enak dibandingkan dikocok. Perlahan aku mulai mengarahkan penisku kedalam vaginanya. Ketika penisku mulai masuk, badan Cindy pun sedikit terangkat. Terasa basah sekali tetapi nikmat. Lobang vaginanya lebih sempit dibandingkan Devi, atau mungkin kaBena lubang vaginanya belum terbiasa dengan penisku. “Ahh.. Begitu sayang, enak sekali sayang” Racaunya ketika penisku bergerak maju mundur. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Pinggul Cindy pun semakin liar bergoyang mengimbangi gerakanku. Akupun terus menciumi bagian belakang lehernya. “Ahh..” desahnya semakin menjadi. Akupun semakin bernafsu untuk terus memompanya. Semakin cepat gerakanku semakin cepat pula goyangan pinggul Cindy. Kaki Cindy yang menjuntai ke bawah pun bergerak melingkari pinggangku. Akupun mengubah posisiku sehingga seluruh badan kami ada di atas tempat tidur. Setelah seluruh badan ada diatas tempat tidur, akupun menjatuhkan dadaku diatas payudara tanggung dan kenyalnya. Tanganku pun bergerak ke belakang pinggulnya dan meremas pantatnya yang padat. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 Goyangan Cindy pun semakin menjadi-jadi oleh remasan tanganku di pantatnya. Sedangkan pinggulku pun terus menerus bergerak maju mundur dengan cepat dan goyangan pinggul Cindy yang semakin liar. “Ben.. Kamu hebat Ben.. Terus Ben.. Penis kamu besar keras dan panjang Ben.. Terus Ben.. Goyang lebih cepat lagi Ben..” begitu racau Cindy di sela kenikmatannya. Aku pun semakin cepat menggerakkan pinggulku. Vagina Slvi memang lebih enak dari Devi adiknya. Lebih sempit sehingga penisku sangat menikmati berada di dalam vaginanya. Goyangan Cindy yang makin liar, desahan yang tidak beraturan membuatku semakin bernafsu dan mempercepat gerakanku. “Mbak aku mau keluar Mbak” Kataku. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 “Di dalam aja Ben biar enak” desah Cindy sambil tangannya memegang pantatku seolah dia tidak mau penisku keluar dari vaginanya sedikitpun. “Ahh” Desahku saat aku memuntahkan semua cairanku kedalam lubang rahimnya. Tangan Cindy menekan pantatku sambil pinggulnya mendorong keatas, seolah dia masih ingin melanjutkan lagi, matanya pun terpejam. Aku pun mencium bibir Cindy. Dengan posisi badanku masih diatasnya dan penisku masih dalam vaginanya. Mata Cindy terbuka, dia membalas ciuman bibirku hingga cukup lama. Badannya basah oleh keringatnya dan juga keringatku. “Kamu hebat Ben, aku belum pernah sepuas ini sebelumnya” Kata Cindy. “Mbak juga hebat, vagina Mbak sempit, legit dan harum lagi.” Ucapku. “Memang vagina Devi enggak” senyumnya sambil menggoyangkan pinggulnya. 

Dewasa Punya Cerita l Part 4 “Sedikit lebih sempit Mbak punya dibanding Devi” jawabku sambil menggerakkan penisku yang masih menancap di dalamnya. Tampaknya Cindy masih ingin melanjutkan lagi pikirku. “Penis kamu masih keras Ben?” tanya Cindy sambil memutar pinggulnya. “Masih, Mbak masih mau lagi?” tanyaku “Mau tapi Mbak diatas ya” Kata Cindy. “Cabut dulu Ben” Setelah dicabut, mulut Cindy pun bergerak dan mencium penisku, Cindy mengulum penisku terlebih dahulu sambil memberikan vaginanya padaku. Kembali terjadi pemanasan dengan posisi 69. Desahan-desahan Cindy, vagina Cindy yang harum membuatku melupakan Devi sementara waktu. Hari itu sejak pukul lima sore hingga esok paginya aku bercinta dengan Cindy, entah berapa kali kami orgasme. Dan itu pun berlangsung hampir setiap malam selama Devi belum kembali dari Praktek Kerjanya di yogya selama 2 bulan lebih. Kupikir mumpung Devi tidak ada kucumbu saja kakaknya dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar